Pernahkah kamu mengirim pesan singkat kepada teman atau rekan kerja, lalu mereka menanggapinya dengan nada tersinggung padahal niatmu baik? Hal ini terjadi karena komunikasi tulisan digital sering kali kehilangan “nada suara” dan “ekspresi wajah”. Di sinilah peran krusial emoji dan bahasa visual lainnya muncul sebagai penyelamat komunikasi modern.
Evolusi bahasa di era digital telah menciptakan norma baru. Sebuah tanda titik di akhir kalimat dalam pesan WhatsApp terkadang bisa dianggap sebagai ekspresi kemarahan atau ketegasan yang kaku. Sebaliknya, penggunaan emoji senyum kecil dapat melembutkan instruksi yang berat. Emoji bukan sekadar hiasan lucu; mereka adalah simbol emosional yang membantu manusia menyampaikan maksud dengan lebih presisi di ruang digital.
Memahami bagaimana bahasa berubah di internet sangat penting bagi siapa saja, terutama bagi para penulis konten dan pemasar. Kita harus tahu kapan harus menggunakan gaya bahasa formal dan kapan harus menggunakan bahasa slang yang sedang tren agar tetap relevan. Fenomena ini membuktikan bahwa bahasa adalah organisme hidup yang terus bermutasi mengikuti teknologi. Ingin tahu lebih dalam tentang bagaimana cara kita berkomunikasi terus berubah? Temukan jawabannya dalam e-book “Evolusi Bahasa dalam Lanskap Digital” hanya di platform kami.




