Pernahkah kamu merasa suara menjadi tipis, serak, atau bahkan habis setelah melakukan presentasi panjang atau siaran? Masalah ini sering terjadi karena kita terbiasa menggunakan pernapasan dada. Saat bernapas dengan dada, pasokan udara yang keluar tidak stabil, sehingga pita suara bekerja terlalu keras untuk menghasilkan volume. Solusinya adalah beralih ke pernapasan diafragma.
Teknik diafragma memungkinkan kamu menyimpan lebih banyak udara di rongga perut bawah, sehingga suara yang dihasilkan lebih bertenaga (bulat) dan stabil. Cara melatihnya cukup mudah: coba letakkan tangan di perut, hirup udara melalui hidung secara perlahan, dan pastikan perutmu mengembang (bukan dadamu yang naik). Saat berbicara, keluarkan udara tersebut secara perlahan untuk mendorong suara keluar.
Dengan pernapasan yang benar, wibawa bicaramu akan meningkat secara signifikan. Kamu akan terdengar lebih tenang, profesional, dan tentu saja tidak mudah lelah. Namun, pernapasan hanyalah langkah awal. Masih banyak teknik artikulasi dan intonasi yang perlu dikuasai agar suaramu benar-benar memikat pendengar. Jika kamu ingin mendalami dunia vokal lebih jauh, pastikan kamu membaca panduan lengkap dalam e-book “Teknik Mudah Olah Suara” yang tersedia di koleksi kami.




